Jumat, 15 Juni 2012

bintil akar








LANDASAN TEORI

            Mikoriza berasal dari kata mokro (mykes =cendawan ) dan riza yang berarti akar tanaman yang berarti akar tanaman struktur yang terbentuk dari asosiasi  ini tersusun secara beraturan  dan memperhatikan spektrum yang sayang luas baik dari dalam hal tanaman inang.jenis cendawan maupon penyebarannya .Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar antara akar tanaman dengan jamur.Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan mampaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur menjadi dua yaitu : 1. Endomikoriza adalah jamur yang hifanya dapat menembus  akar sampai akar korteks.Endomikoriza penting untuk beberapa jenis tanaman polongan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar. 2. Ektomikoriza adalah jamur yang hijau nya sampai pada bagian epidermis akar pertumbuhan atau tidak sampai kedalaman korteks akar (Pujianto , 2001 ).
            Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikoriza yaitu : 1). Suhu,penetrasi dan perkembangan hifa diakar peka pula terhadap suhu tanah . Pada umumnya imfeksi oleh cendawan MVA mengikat dengan naiknya suhu , peran mikoriza hanya menurun pada suhu 40­0 C. 2). Kadar air tanah ,dengan adanya mikoriza dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk tumbuhan dan bertahan pada kondisi yang kurang air. 3). PH tanah,perubahan pH tanah melalui pengakuran biasany berdampak mengikat bagi perkembangan MVA asli yang hidup pada tanah tersebut sehingga pembentukan mikoriza  menurun. 4). Bahan organik, jumlah maksimum spora di temuka pada tanah-tanah yang mengandung bahan organik 1-2 person sedangkan pada tanah-tanah berbahan organik  kurang dari 0,5 person kandungan spora sangat rendah. 5) . Cahaya dan ketersediaan cahaya . 6 ). Fungsida (Rahaya, 2003 ).
            Tanaman yang bermikoriza yang jumlahnya lebih baik  dari tanaman yang bermikoriza. Penyebap utama adalah mikoriza secara efektip dapat meningkatkan penyerapan unsur hara makro maupun mikro,selain itu akar bermikoriza dapat menyerap unsur hara dalam bentuk terikat yang tidak tersedia bagi tanaman.Mamfaat yang dapat di proleh tanaman inang dari aanya asosiasi mikoriza adalah Meningkatkan penyerapan unsur hara,Tahan terhadap serangan patogen,Sebagai konsrfasi tanah ,sebagai sumber pembuatan pupuk biologi,sinergis dengan mikroorganisme lain,dapat meningkatkan keanekaragaman tumbuhan (Santosa,1989).
            Bakteri rhizobium merupakan mikroorganisme yang amonia (NH3 )yang akan di ubah menjadi asam amino yang selanjutnya menjadi senyawa nitrogen yang di perlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan Rhizobium sendiri memperolrh karbohidrat sebagai sumber energi dari tanaman inang (Dwijoseputro, 1992).
            Bakteri Rhizobium mempunyai dampak yang positif baik langsung maupun tidak langsung terhadap sipat fisik dan kimia tanah sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah. Namun dalam keadaan tertentu bakteri tersebut dapat di pengaruhi oleh kondisi tanah terutama pH tanah,kondisi fisik ,kimia serta biologi tanah .Selain itu faktor kompetisi merupakan faktor paling keritis yang menghambat kesuksesan inoklasi  Rhizobium (Anonim, 2009).















PROSEDUR KERJA
A . Pengamatan morfologi bintil akar secara makroskopis
1.      Dibersihkan bintil akar dari tanah yang melekat dengan mencucinya pada air yang mengalir.
2.      Diamati dan gambar letek .Cara peletakan (sendiri atau bergerombol )bentuk dan ukuran bintil akar.
B . Pengamatan secara mikroskopis.
1.      Dibersihkan bintil akar dari tanah yang melekat dengan mencucinya pada air yang mengalir.
2.      Dilepaskan bintil akar,kemudian di hancurkan bintil akar tersebut drngan ganggang jarum pereparat seteril (jarum enten).
3.      Diambik suspensi bakteri kemudian di letakkan pengecetan gram
4.      Diamati di bawah mikroskop (bentuk an warna) bakteri.Sebelum itu di berikan minyak imersi
5.      Dilakukan perlakuan yang sama (1-4) untuk bakteri bintil akar pada kedelai,kacang tunggak dan putri malu.
















HASIL PENGAMATAN

A . Pengamatan makroskopis bintil akar
1.  1.     Putri malu
      Keterangan :  1.  Akar primer . 
2. Akar sekunder
3. Bintil akar
    




Deskripsi : Bintil akar tumbuh pada akar   primer dan sekunder.
2.  2.     Kacang Tanah


 


                                                                  Keterangan : 1. Batang
                                                                                        2.Akar primer
                                                                                        3. Akar sekunder
                                                                                        4. Bintil akar
            Deskripsi : Bintil akar tumbuh pada akar skunder saja.
3.  3. .    Akar Turi
                                                      
                                                       Keterangan : 1. Batang
2.Akar skunder
3.Bintil akar


        


   Deskripsi : Bintil akar tumbuh pada akar skunder dan perimer.


B . Pengamatan mikroskois
1
   1. .      Putri Malu

Keterangan  : 1. Jaringan tumbuhan
2 . Sel mikoriza
                                                                        Perbesaran: 10 x 40                                





Deskripsi : Mikoriza masuk ke dalam jaringan tumbuhan .Berbentuk batang berwarna biru.Terdapat di bagian korteks.
2

   2.      Bakteri Bintil Akar Vigna sp.


 
Keterangan :Bakteri Bintil Akar
1.      Bentuk coccus
2.      Bentuk Basilus
                                                                          Perbesaran: 10 ­­­­­­x 40

Deskripsi : Bakteri ini berbentuk coccusdan basilus hiduop tanpa bergrombol dan berwarna ungu.

3. Bakteri Bintil Akar sesbania glendiflora sp.


 
Keterangan: Bakteri buih akar
1.      Bentuk coccus bergerombolan
Perbesaran: 10 x 40


Deskripsi : Berwarna ungu karena termasuk   gram positif
4.    Bakteri Bintil Akar Mimosa pualica sp.


 
Keterangan :1. Bakteri bintil akar
Perbesaran: 10 x 40
 Deskripsi : Berbentuk coccus , berewarna merah karena gram negatif.



PEMBAHASAN
            Mikoriza merupakan jamur yang terdapat pada bintil akar Mikoriza berfungsi sebagai penambat unsur P. Mikoriza tumbuh pada akar tanaman ,Mikoriza bersimbiosis dengan tanaman dan simbiosis tersebut merupakan simbiosis mutualisme,dimana mikoriza menyediakan unsur P (fosfor) bagi tanaman dan tanaman menyediakan tempat hidup dan nutrisi yang di butuhkan mikoriza.
            Pada hasil pengamatan di temukan bahwa mikoriza tumbuh pada jaringan tumbuhan yaitu pada bagian korteks dimana mikoriza tersebut merupakan berbentuk batang (Basillus) dan berwarna biru .Mikoriza ini merupakan jamur beragam positif karena mengikat kuat cat utama sehingga tidak dapat di lunturkan oleh cat peluntur dan tidak dapt di warnai dengan cat lawan atau cat penutup.Mikoriza ini termasuk dalam salah satu kelompok endomikontayang tergolong dalam mikoriza Vesicular Arbuscular (MVA)karena di temukan hidup pada bagian korteks . Walaupun hidup pada bagian korteks tumbuhan yang masuk dengan cara mengimfeksi akar tanaman,tetapi tidak menyebapkan kerusakan paa akar tanaman.MVA ini mempunyai peran penting bagi tanaman misalnya memacu pertumbuhan tanaman paa lahan kering dan menyediakan unsur hara mikro dan unsur hara nitrogen (fosfor).
            Pengamatan ke dua dengan mikroskop yaitu pengamatan bakteri bintil akar pada tanaman turi,putri malu dan kacang tunggak .Bakteri akar paa akar turi dan akar kacang tunggak berwarna ungu ,hal ini di karenakan bakteri tersebut merupakan bakteri gram positif karena mengikat kuat cat warna utama sehingga tidak dapat di linturkan dengan cat peluntur dan tidak dapat di warnai lagi dengan cat lawan atau penutup.Bakteri bintil akar pada kacang tunggak  (vigna sp ) berbentuk coccus dan basillus sedang pada akar turi (sesbania glandiflora) berbentuk coccus jga dan pada akar tanaman (Mimosa pudica) berbentuk coccus dan bergerombol ,Berwarna pink sehingga termasuk gram negatif,dan mempunyai daya ikat dan lemah pada cat utama ,dap di larutkan oleh cat pelintur dan dapat di warnai oleh cat lawan atau penutup.
            Bakteri bintil akar bersimbiosis dengan tanaman dan pada umumnya pada tanaman Leguminose bentuk simbiosis antara keduanya yaitu bakteri menyediakan unsur N bagi tanaman dan tanaman menyediakan karbohidrat sebagai nutriennya.Warna merah pada bakteri dapat di sebutkan karena kandungan peptidoglikan pada dinding sel bakteri semakin tipis kandungan peptidoglikan maka untuk mengikat cat utam semakin lemah dan sebaliknya.
            Pada umumnya bintil akar tersebut berwarna merah karena bakteri tersebut mengandung senyawa peroteinyang di sebut leghemoglobin yang di duga berperan mengangkut O2­­­ ke bakteroid.ukuran bintil akar juga tergantung pada besar kecilnya tumbuhan tempat habitat nya .Misalnya pada tanaman turi yang di amati mempunyai ukuran bintil akar yang lebih besar di bandingkan dengan yang lain.Hal ini di sebapkan karena klebutuhan akan unsur hara dan unsur lain seperti N dan Fosfor jugu semakin tinggi.Bakteri ini tumbuh pada bagian akar karena merupakan jenis bakteri tanah yang umumnya tumbuh pada akar primer dan akar skunder.


KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil peraktikum yang telah di lakukan dapat di simpulkan sebagai berikut :
1.                  Mikoriza adalah jamur dengan geram positif berwara biru.
2.                  Bakteri bintil akar berwara merah karensa termasuk gram negatif ( bakteri pada sebania dan glandiflora).
3.                  Bentuk bintil akar ada yang caccus dan ada yang basillus.
4.                  Bakteri bintil akar pada tanaman Vigna sp,dan Mimosa Pudica.termasuk gram positf termasuk berwarna ungu.
5.                  Mikoriza merupakan jamur penambat unsur P sedangkan bakteri bintil akar bakteri penambat N.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2009.://www.Makalah Mikoriza.Blokspot.com.Di akses pada tanggal 3 Juni 2012

Dwidjoseputro,S.1992.Mikrobiologi Pangan .Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Pujianto.2001.Pemampaatan Jasad Mikro ,Mikoriza dan Bakteri Dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan Di indonesia .Bogor:Institup Pertanian Bogor.

Rahayu,Novi.2003.Pemampaatan Mikoriza dan Bahan Organik Dalam Rangka Reklamus Lahan Pasca Penambangan.Pontianak.Fakultas Pertanian Tanjung Pura.

Santosa,DewiAndreas.1989.Teknik dan Metode Penelitian Mikoriza Vesikulas Arbuskular.Bogor:Institut Pertanian Bogor
                                                                                                                             

2 komentar:

  1. Titanium Gold - Table Games - TITIAN GOLD
    The Classic Gold. $39.99; $41.99; $59.99; $58.99; $99.99; $51.99. ecm titanium Table Games. titanium cost The titanium iphone case Classic Gold. $39.99; $54.99; $59.99; $56.99. Table Games. The titanium camping cookware Classic Gold. $39.99; titanium chords $55.99

    BalasHapus